Mitos Tekanan Darah Tinggi

Kesalahpahaman tentang hipertensi sering mengakibatkan penderitanya tidak mendapat pengobatan dan perawatan yang memadai. Inilah yang justru banyak timbul dan ditemukan di masyarakat awam. Berikut beberapa kesalahpahaman yang sering terjadi :

1. Hemoglobin Identik dengan Tekanan Darah

Masyarakat awam sering beranggapan kadar hemoglobin rendah (Hb < 13 gr/dl untuk laki-laki dan Hb < 12 gr/dl untuk wanita) menunjukkan adanya hipotensi. Padahal hemoglobin berbeda dengan tekanan darah. Hb rendah (anemia) timbul karena jumlah sel darah merah yang membawa oksigen kurang dari normal. Jika dikaitkan dengan hemoglobin, tingginya tekanan darah merupakan kompensasi dari rendahnya hemoglobin. Tekanan darah bisa sangat rendah apabila terjadi anemia akut akibat perdarahan hebat.

2. Sakit Kepala Berarti Tekanan Darah Naik

Hipertensi tidak selalu disertai degan sakit kepala atau pusing. Inilah yang menyebabkan penderita terlambat diobati. Saat timbul sakit kepala akibat hipertensi, kondisinya sudah parah dan timbul komplikasi. Ada juga orang yang langsung khawatir tekanan darahnya rendah ketika sakit kepala timbul berulang. Tidak hanya penderita, dokter juga kadang-kadang beranggapan demikian. Tekanan darah yang relatif rendah biasanya ditemukan pada perempuan berusia muda, sekitar 90 mmHg bahkan lebih rendah. Tetapi, seiring bertambahnya usia, tekanan darah lambat-laun meningkat hingga mencapai angka normal. Kondisi ini tidak memerlukan intevensi medis.

3. Obat Hipertensi Tidak Perlu Dikonsumsi Lagi Jika Tekanan Darah Sudah Normal

Obat antihipertensi harus diminum seumur hidup. Diet rendah garam dan olahraga teratur saja tidak menjamin tekanan darah akan terkontrol. Penderita hipertensi berat (stadium dua) wajib minum obat rutin dengan pengawasan dokter. Bahkan ketika usia bertambah, tekanan darah pun semakin tinggi. Kemampuan tubuh penderita untuk mengendalikan tekanan darah menurun sehingga perlu diberi tambahan dosis atau obat. Meskipun tekanan darah sudah mencapai target (≤ 130/80 mmHg), penderita tidak perlu kawatir tekanan darahnya terus menurun hingga terjadi hipotensi. Asalkan selalu dikontrol dan rutin minum obat, biasanya tekanan darah tidak akan turun lagi. Penderita tidak perlu khawatir karena ada mekanisme kompensasi tubuh untuk mengontrol tekanan darah (autoregulasi)

4. Minum Obat Terus-Menerus Menyebabkan Ketergantungan

Dampak tidak rutin minum obat jauh lebih berbahaya daripada efek samping obat karena tekanan darah akan meningkat tiba-tiba. Yang perlu dilakukan penderita justru menggantungkan diri pada obat antihipertensi. Tidak seperti zat adiktif atau narkoba, obat antihipertensi tidak menimbulkan ketergantungan. Yang penting, penderita selalu berkonsultasi dengan dokter dan mengikuti anjurannya. Selain obat, penderita juga dianjurkan untuk melakukan tes fungsi hari (SGOT/SGPT) dan ginjal (ureum/creatinin) setiap 6 bulan. Ini untuk memastikan fungsi kedua organ tetap baik dan agar obat bisa dimetabolisme dan dikeluarkan dari tubuh sehingga tidak terjadi penumpukan. Dokter pun akan memberikan terapi sesuai dengan perkembangan kondisi pasien.

5. Hipertensi Bisa Disembuhkan

Anggapan ini keliru dan menyebabkan penderita berhenti minum obat. Hipertensi tidak bisa disembuhkan, namun bisa dikendalikan. Hanya sedikit orang yang hipertensinya tidak muncul dalam waktu lama (bertahun-tahun hingga puluhan tahun), namun mereka tetap harus waspada.

Obat tidak selalu berfungsi menyembuhkan. Ada empat fungsi obat dalam dunia kedokteran, yaitu :

– Obat untuk mencegah penyakit seperti vitamin dan vaksinasi

– Obat untuk mengontrol penyakit seperti obat antihipertensi, asma dan obat diabetes

– Obat untuk menghilangkan gejala/keluhan, misalnya obat panas

– Obat untuk menyembuhkan penyakit sama sekali, contohnya antibiotik untuk menghilangkan infeksi


=====================================

>>> Kapsul Cellery Membantu Mencegah, Mengatasi dan Mengobati Hipertensi (Darah Tinggi), Produk Herbal, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Pantangan Darah Tinggi and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *